Sabtu, 17 Oktober 2009. Akhirnya rencana untuk melakukan studi banding ke Bekasi oleh anak-anak OSIS SMANSATA dapat terlaksana. Setelah melalui acara pelepasan di depan ruang OSIS, kami segera menuju bandara untuk berangkat dan transit di Balikpapan.
Tak berapa lama di Balikpapan, sekitar sepuluh menit, kami melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Perjalanan itu memakan waktu 2 jam, lalu ditambah lagi dengan perjalanan ke Bekasi selama 1 jam lebih. Meski letih, sepanjang perjalanan mata kami dimanjakan oleh pemandangan ibu kota yang penuh dengan gedung-gedung bertingkat dan high-speed way gaya Jakarta. Belum lagi penyambutan dari guru-guru perwakilan SMA Negeri 1 Bekasi yang sangat-sangat memuaskan membuat rasa capai kami berkurang hampir setengahnya.
Sesampainya di Bekasi, kami mengistirahatkan diri di villa yang terletak cukup dekat dari sekolah tujuan studi banding. Kami menyewa dua tempat dan di belakang villa tersebut terdapat kolam renang yang cukup besar.
Untuk melepas penat, kami memutuskan untuk berenang. Banyak kejutan di sana, karena baru diketahui bahwa ketua OSIS kita tidak bisa BERENANG!!!
Pada hari Minggu keesokan harinya, kami berencana melakukan refreshing sebelum memasuki acara formal di hari Senin. Maka, kami pun diajak ke Dufan untuk mencoba wahana-wahana di sana. Tujuan pertama adalah kora-kora dan memang wahana ini benar-benar mengocok perut. Dengan mengesampingkan rasa mual, kami mencoba wahana kedua yaitu halilintar.
Sehabis wahana itu, nyaris setengah dari peserta studi banding tumbang. Hanya sekitar empat orang, yaitu Arifin, Usman, Ricky dan Tyar yang melanjutkan ke arena kicir-kicir dan terakhir wahana terbaru Dufan, Tornado.
Menjelang tengah hari, kami diajak makan, tepatnya ke pantai Ancol. Menghirup udara pantai untuk melegakan pikiran dan kemudian mengisi perut.
Sepulang dari Dufan, semuanya langsung terkapar tak berdaya. Terutama ketua OSIS kita yang memang sejak dari Dufan (habis naik halilintar tepatnya) sudah mabuk. Kegiatan hari itu termasuk salah satu penguras tenaga terbanyak dalam kunjungan kami tahun ini.
Hari Senin berikutnya, kami memulai kunjungan ke SMA Negeri 1 Bekasi. Setelah sharing dengan kepala sekolah dan guru, kami pun terpisah menjadi dua grup. OSIS dipandu OSIS dan para guru dipandu oleh guru-guru SMA Negeri 1 Bekasi.
Kami mengunjungi kantin kejujuran yang memang menjadi tujuan studi banding kami tahun ini. Cukup mengejutkan saat kami melihat kantin tersebut, karena ternyata di kantin kejujuran mereka tak hanya menjual makanan atau snack-snack namun juga menjual sembako. Mekanisme penjualan di sana pun berbeda, kalau kita hanya diminta untuk meletakkan uang di tempat yang disediakan sesuai dengan harga barang, namun di sana kita juga diminta untuk menuliskan harga dan uang yang dibayarkan dalam sebuah buku khusus yang diletakkan di depan kantin.
Kantin kejujuran di sana juga dikelola langsung oleh OSIS, berbeda dengan di sini yang masih dipegang oleh guru.
Setelah berkunjung ke SMA Negeri 1 Bekasi, kami dibawa ke SMA Korpri, salah satu sekolah berwawasan lingkungan di Bekasi. Sekolah ini tak begitu besar bila dibandingkan dengan SMA Negeri 1 Bekasi, namun keasriannya tak bisa dipandang sebelah mata. Uniknya, selain memiliki kepala sekolah yang gaul dan terbuka kepada murid, SMA Korpri memiliki sebuah lahan khusus tempat memelihara binatang yang tak lazim dipelihara, seperti ular, buaya dan biawak. Keunikan ini lucunya membuat kami nyaman berada di lingkungan sekolah selain karena memang tempatnya yang asri.
Sehabis ramah tamah dengan OSIS SMA Korpri yang juga sangat antusias menyambut kami, dengan berat hati kami harus kembali ke villa. Meski begitu, kami sempat bertukar nomor telepon atau alamat FB agar bisa tetap in-touch dengan mereka.
Keesokan harinya, kegiatan kami disambung dengan kunjungan ke SMA Negeri 5 Bekasi. Meski tak seseru kegiatan sebelumnya karena di sekolah ini tak ada para pengurus OSIS yang menyambut kami, tapi cukuplah untuk menambah pengalaman karena SMA Negeri 5 Bekasi juga termasuk RSBI dan sekolah berwawasan lingkungan.
Dan selesailah kegiatan kunjungan kami tahun ini. Kami bisa menarik napas panjang dan lega karena tugas kami hampir mendekati selesai. Hanya tinggal membawa pulang hasil studi banding dan mengaplikasikan hal baik yang telah kami dapat dari kunjungan ini.
Berminat ikut studi banding tahun depan?
Rencananya, untuk tahun depan studi banding akan diadakan ke Bali atau bisa saja untuk menjawab tantangan globalisasi, studi banding akan ditujukan ke negara selain Indonesia.
Wanna try? Come join us!












